
Pernah sedang menikmati makanan, lalu tiba-tiba merasakan rasa asin seperti darah di dalam mulut? Setelah diperiksa, ternyata gusi berdarah saat makan. Jika hanya terjadi sekali, mungkin Anda menganggapnya sebagai kejadian biasa. Namun, bila perdarahan muncul berulang kali, kondisi ini sebaiknya tidak terus dibiarkan.
Gusi yang sehat umumnya tidak mudah berdarah hanya karena terkena makanan. Perdarahan dapat menjadi tanda adanya iritasi, peradangan, atau masalah lain pada jaringan di sekitar gigi. Menariknya, sebagian penyebabnya dapat muncul tanpa rasa sakit yang berarti.
Lantas, mengapa gusi bisa berdarah ketika makan? Berikut penjelasan doktersehatku dibawah ini.
1. Gusi Mengalami Peradangan
Salah satu penyebab yang cukup sering adalah peradangan pada gusi atau gingivitis. Kondisi ini dapat terjadi ketika plak menumpuk di sekitar garis gusi.
Plak mengandung bakteri yang dapat mengiritasi jaringan gusi. Akibatnya, gusi bisa terlihat lebih merah, membengkak, dan mudah berdarah ketika terkena makanan atau saat menyikat gigi.
Jika dibiarkan, peradangan dapat berkembang menjadi masalah gusi yang lebih serius. Karena itu, perdarahan yang sering terjadi sebaiknya tidak dianggap hanya sebagai masalah kecil.
2. Karang Gigi Menumpuk
Plak yang tidak dibersihkan secara optimal dapat mengeras menjadi karang gigi. Karang gigi biasanya melekat kuat pada permukaan gigi dan tidak dapat dihilangkan hanya dengan menyikat gigi biasa.
Keberadaan karang gigi dapat membuat area sekitar gusi lebih sulit dibersihkan. Bakteri pun lebih mudah bertahan sehingga gusi dapat mengalami iritasi dan perdarahan.
Jika karang gigi sudah terlihat atau terasa kasar di permukaan gigi, pemeriksaan dokter gigi dapat membantu menentukan apakah diperlukan pembersihan profesional.
3. Makanan Keras Melukai Gusi
Tidak semua gusi berdarah berarti terdapat penyakit. Makanan dengan tekstur sangat keras atau tajam terkadang dapat menggores jaringan gusi.
Misalnya, potongan makanan yang tajam dapat terselip atau bergesekan dengan gusi. Perdarahan akibat kondisi seperti ini biasanya terjadi pada area tertentu.
Namun, jika gusi tetap berdarah setelah luka seharusnya membaik atau perdarahan sering muncul tanpa pemicu yang jelas, penyebab lain perlu dipertimbangkan.
4. Kebersihan Sela Gigi Kurang Optimal
Sisa makanan yang tertinggal di antara gigi dapat mengganggu kesehatan gusi. Area sela gigi sering sulit dijangkau hanya dengan sikat gigi.
Jika plak terus menumpuk, gusi di sekitar sela gigi dapat mengalami peradangan. Ketika makanan masuk ke area tersebut, gusi yang sensitif bisa lebih mudah berdarah.
Membersihkan sela-sela gigi secara rutin merupakan bagian penting dari perawatan mulut, selain menyikat gigi.
5. Cara Menyikat Gigi Terlalu Keras
Kebiasaan menyikat gigi dengan tekanan berlebihan juga dapat membuat gusi mudah mengalami iritasi. Sebagian orang mengira tekanan kuat berarti gigi semakin bersih, padahal cara tersebut justru dapat mengganggu jaringan gusi.
Gunakan sikat gigi berbulu lembut dan lakukan gerakan dengan tekanan ringan. Kebersihan gigi lebih ditentukan oleh teknik dan konsistensi daripada seberapa kuat menyikat.
6. Perubahan Hormonal
Perubahan hormonal pada periode tertentu dapat membuat jaringan gusi menjadi lebih sensitif terhadap plak. Akibatnya, gusi dapat lebih mudah membengkak atau mengalami perdarahan.
Jika perdarahan muncul bersamaan dengan perubahan hormonal, tetap penting menjaga kebersihan mulut secara konsisten. Bila keluhan cukup sering atau mengganggu, konsultasi dengan dokter gigi dapat membantu mengetahui kondisi gusi.
7. Kondisi Kesehatan Tertentu
Dalam beberapa kasus, gusi mudah berdarah dapat berkaitan dengan kondisi kesehatan atau penggunaan obat tertentu. Gangguan pembekuan darah dan beberapa jenis obat, misalnya, dapat meningkatkan kecenderungan terjadinya perdarahan.
Karena penyebabnya cukup beragam, jangan langsung menyimpulkan bahwa semua gusi berdarah disebabkan oleh sikat gigi atau karang gigi. Jika perdarahan terjadi sering, spontan, sulit berhenti, atau disertai memar maupun perdarahan di bagian tubuh lain, sebaiknya lakukan pemeriksaan medis.
Apa yang Bisa Dilakukan Saat Gusi Berdarah?
Ketika gusi berdarah saat makan, jangan langsung panik. Jika perdarahannya ringan, hentikan sementara aktivitas yang dapat mengiritasi area tersebut dan jaga kebersihan mulut dengan lembut.
Tetap menyikat gigi secara rutin menggunakan sikat berbulu lembut. Hindari menggosok bagian yang berdarah dengan keras karena dapat membuat iritasi semakin parah.
Selain itu, perhatikan kapan perdarahan terjadi. Apakah setelah makan makanan tertentu, ketika menyikat gigi, atau justru muncul tanpa alasan yang jelas? Informasi tersebut dapat membantu dokter gigi mencari penyebabnya.
Kapan Gusi Berdarah Perlu Diperiksa?
Perdarahan gusi yang terus berulang sebaiknya diperiksakan, terutama jika disertai gusi bengkak, kemerahan, bau mulut menetap, nyeri, gigi terasa goyang, atau perubahan pada jaringan gusi.
Jika perdarahan sulit berhenti atau muncul bersamaan dengan perdarahan lain yang tidak biasa, pemeriksaan medis juga penting dilakukan.
Semakin cepat penyebab ditemukan, semakin mudah menentukan langkah perawatan yang tepat.
FAQ Seputar Gusi Berdarah Saat Makan
Apakah gusi berdarah saat makan selalu berbahaya?
Tidak selalu. Perdarahan dapat terjadi karena luka ringan akibat makanan keras. Namun, jika sering berulang tanpa penyebab jelas, kondisi tersebut perlu diperiksa.
Kenapa gusi berdarah padahal tidak sakit?
Masalah gusi tidak selalu menimbulkan rasa sakit pada tahap awal. Peradangan akibat plak atau karang gigi, misalnya, dapat membuat gusi mudah berdarah sebelum muncul keluhan lain.
Apakah karang gigi bisa membuat gusi berdarah?
Ya. Karang gigi dapat berkaitan dengan iritasi dan peradangan pada jaringan gusi sehingga gusi menjadi lebih mudah berdarah.
Haruskah berhenti menyikat gigi ketika gusi berdarah?
Tidak. Kebersihan mulut tetap perlu dijaga. Gunakan sikat berbulu lembut dan hindari tekanan berlebihan saat menyikat.
Kapan harus ke dokter gigi?
Periksakan gusi jika perdarahan sering terjadi, menetap, disertai pembengkakan atau bau mulut, atau terdapat perubahan pada kondisi gigi dan gusi.
Kesimpulan
Gusi sering berdarah saat makan bukan sesuatu yang sebaiknya langsung dianggap sepele. Penyebabnya dapat berupa peradangan gusi, karang gigi, sisa makanan, luka akibat makanan keras, teknik menyikat yang terlalu kuat, perubahan hormonal, hingga faktor kesehatan tertentu.
Menjaga kebersihan gigi dan sela-sela gigi merupakan langkah penting untuk membantu mempertahankan kesehatan gusi. Namun, jika perdarahan terus berulang atau disertai gejala lain, jangan menunggu sampai muncul rasa sakit. Pemeriksaan dokter gigi dapat membantu menemukan penyebab dan menentukan penanganan yang sesuai.
