
Pernah merasa ngilu tiba-tiba saat menikmati es teh, kopi panas, atau makanan yang terlalu manis? Jika rasa tidak nyaman muncul berulang kali, bisa jadi Anda sedang mengalami gigi sensitif.
Gigi sensitif sering membuat aktivitas makan menjadi kurang menyenangkan. Bahkan, makanan favorit yang sebelumnya biasa saja bisa terasa menyakitkan. Menariknya, selain kondisi gigi dan cara merawatnya, pola makan sehari-hari juga perlu diperhatikan.
Bukan berarti gigi sensitif hanya disebabkan oleh kekurangan nutrisi. Ada banyak faktor yang dapat berperan, mulai dari lapisan pelindung gigi yang menipis, gusi yang mengalami penyusutan, kebiasaan menyikat gigi terlalu kuat, hingga paparan makanan dan minuman yang bersifat asam.
Lantas, nutrisi apa saja yang sebaiknya diperhatikan ketika ingin menjaga gigi tetap kuat dan membantu mengurangi faktor yang dapat memperburuk sensitivitas? Simak penjelasan lengkap doktersehatku berikut ini.
Kenapa Gigi Bisa Menjadi Sensitif?
Sebelum membahas makanan, penting memahami penyebab rasa ngilu tersebut.
Gigi memiliki lapisan luar yang disebut email. Di bawahnya terdapat dentin yang memiliki saluran mikroskopis menuju bagian dalam gigi. Ketika dentin menjadi lebih terbuka, rangsangan dari suhu dingin, panas, manis, atau sentuhan dapat lebih mudah memicu rasa ngilu.
Kondisi tersebut bisa terjadi karena berbagai hal. Misalnya, email terkikis akibat paparan asam, gigi mengalami keausan, terdapat masalah pada gusi, atau seseorang memiliki kebiasaan menyikat gigi dengan tekanan berlebihan.
Karena penyebabnya beragam, memperbaiki pola makan saja belum tentu cukup.
Kalsium untuk Mendukung Struktur Gigi
Kalsium merupakan mineral yang erat kaitannya dengan kesehatan tulang dan gigi. Tubuh membutuhkan kalsium untuk berbagai fungsi, termasuk mempertahankan struktur tulang dan jaringan keras.
Sumber kalsium tidak harus selalu berasal dari susu. Yogurt, keju, ikan tertentu yang dapat dimakan bersama tulangnya, tahu, serta beberapa sayuran juga dapat menjadi bagian dari pola makan yang menyediakan kalsium.
Namun, tujuan mengonsumsi makanan tersebut bukan untuk membuat gigi sensitif langsung berhenti terasa ngilu. Nutrisi bekerja sebagai bagian dari pemeliharaan kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Vitamin D Membantu Pemanfaatan Kalsium
Kalsium tidak berdiri sendiri. Vitamin D memiliki peran penting dalam membantu tubuh menyerap kalsium dari makanan.
Sumber vitamin D dapat berasal dari paparan sinar matahari yang aman serta sejumlah makanan seperti ikan berlemak, telur, dan produk pangan yang diperkaya vitamin D.
Pola makan yang beragam lebih masuk akal daripada hanya berfokus pada satu jenis makanan. Kebutuhan nutrisi setiap orang juga dapat berbeda tergantung usia dan kondisi masing-masing.
Protein Juga Tidak Boleh Diabaikan
Ketika membicarakan gigi, protein mungkin bukan nutrisi pertama yang muncul dalam pikiran. Padahal, protein merupakan salah satu zat gizi penting yang dibutuhkan tubuh untuk membangun dan memperbaiki berbagai jaringan.
Telur, ikan, ayam, daging, tahu, tempe, dan kacang-kacangan dapat menjadi pilihan sumber protein.
Menjaga pola makan tetap seimbang membantu tubuh memperoleh berbagai zat gizi, bukan hanya nutrisi yang secara khusus dikaitkan dengan tulang dan gigi.
Perhatikan Makanan dan Minuman yang Asam
Ini justru menjadi bagian yang sering terlupakan.
Jeruk, minuman bersoda, minuman berenergi, cuka, serta beberapa makanan dan minuman lainnya memiliki tingkat keasaman yang dapat memengaruhi permukaan email jika dikonsumsi terlalu sering.
Bukan berarti semua makanan asam harus dihindari. Yang perlu diperhatikan adalah frekuensi dan kebiasaan setelah mengonsumsinya.
Setelah menikmati makanan atau minuman asam, berkumur dengan air putih dapat menjadi pilihan sederhana. Hindari langsung menyikat gigi dengan tekanan kuat karena email dapat berada dalam kondisi lebih rentan setelah terkena asam.
Jangan Terlalu Sering Ngemil Manis
Makanan manis bukan sesuatu yang harus dianggap sebagai musuh. Masalahnya lebih banyak berkaitan dengan frekuensi dan kebiasaan mengonsumsinya.
Ketika makanan yang mengandung gula dikonsumsi berkali-kali sepanjang hari, gigi lebih sering mendapatkan paparan yang dapat mendukung aktivitas bakteri penyebab kerusakan gigi.
Jika ingin menikmati kue, cokelat, atau camilan manis, mengonsumsinya dalam porsi wajar dan tidak terus-menerus sepanjang hari merupakan kebiasaan yang lebih baik.
Air Putih Tetap Menjadi Pilihan Sederhana
Di tengah berbagai jenis minuman kekinian, air putih sering kali justru terlupakan.
Air putih dapat membantu membilas sisa makanan dari rongga mulut dan menjadi pilihan minuman yang tidak mengandung gula. Membiasakan minum air putih setelah makan juga merupakan kebiasaan sederhana yang mudah dilakukan.
Bagi orang yang sering mengonsumsi minuman manis atau asam, mengganti sebagian konsumsi tersebut dengan air putih dapat menjadi perubahan kecil yang bermanfaat untuk kesehatan mulut.
Jangan Salah Mengartikan Gigi Sensitif
Gigi sensitif bukan berarti tubuh pasti kekurangan kalsium atau vitamin tertentu.
Jika gigi sering terasa ngilu, sebaiknya jangan langsung membeli suplemen tanpa mengetahui penyebabnya. Pemeriksaan dokter gigi dapat membantu mengetahui apakah sensitivitas berkaitan dengan email yang terkikis, gusi yang menyusut, gigi berlubang, retakan, atau masalah lainnya.
Perawatan yang tepat tentu harus disesuaikan dengan penyebabnya.
Kebiasaan Makan Sehat Harus Berjalan Bersama Perawatan Gigi
Nutrisi memang penting, tetapi tidak menggantikan kebiasaan menjaga kebersihan gigi.
Gunakan sikat gigi berbulu lembut dan hindari menyikat terlalu keras. Bersihkan sela-sela gigi secara rutin dan lakukan pemeriksaan gigi sesuai kebutuhan.
Selain itu, perhatikan pola konsumsi. Jangan hanya melihat apakah suatu makanan mengandung nutrisi tertentu, tetapi pertimbangkan juga kandungan gula, tingkat keasaman, porsi, serta seberapa sering makanan tersebut dikonsumsi.
Dengan begitu, menjaga gigi tidak terasa seperti harus menghindari semua makanan favorit.
Kesimpulan
Pola makan dapat menjadi salah satu bagian yang perlu diperhatikan ketika seseorang mengalami gigi sensitif. Kalsium, vitamin D, dan protein merupakan beberapa nutrisi yang mendukung kebutuhan tubuh, sementara air putih dapat menjadi pilihan minuman sehari-hari yang lebih ramah terhadap kesehatan gigi.
Di sisi lain, konsumsi makanan dan minuman asam serta camilan manis yang terlalu sering perlu dikendalikan karena dapat berkontribusi terhadap masalah kesehatan gigi tertentu.
Yang paling penting, jangan menganggap gigi sensitif hanya sebagai masalah makanan. Jika keluhan muncul berulang, semakin kuat, atau hanya terjadi pada satu gigi, pemeriksaan dokter gigi diperlukan untuk mencari penyebab sebenarnya.
FAQ
1. Apakah pola makan bisa menyebabkan gigi sensitif?
Pola makan bukan satu-satunya penyebab. Konsumsi makanan atau minuman asam secara berlebihan dapat berkontribusi pada erosi email, sementara gigi sensitif juga dapat disebabkan oleh masalah gusi, keausan gigi, gigi berlubang, atau faktor lainnya.
2. Apakah kekurangan kalsium membuat gigi langsung sensitif?
Tidak selalu. Gigi sensitif memiliki banyak kemungkinan penyebab sehingga tidak tepat langsung menyimpulkan bahwa keluhan tersebut disebabkan oleh kekurangan kalsium.
3. Makanan apa yang baik untuk mendukung kesehatan gigi?
Pilih makanan dengan nutrisi beragam, seperti produk susu, telur, ikan, tahu, tempe, kacang-kacangan, serta sayuran. Pola makan seimbang lebih penting daripada mengandalkan satu makanan tertentu.
4. Apakah makanan asam harus dihindari jika memiliki gigi sensitif?
Tidak selalu harus dihindari seluruhnya. Namun, sebaiknya konsumsi tidak berlebihan dan tidak terlalu sering. Setelah mengonsumsinya, Anda dapat berkumur dengan air putih.
5. Mengapa gigi terasa ngilu saat minum dingin?
Rasa ngilu dapat terjadi ketika bagian gigi yang lebih sensitif terhadap rangsangan menjadi terbuka. Penyebabnya bisa bermacam-macam, sehingga pemeriksaan diperlukan jika keluhan sering terjadi.
6. Apakah gigi sensitif bisa sembuh sendiri?
Tergantung penyebabnya. Sensitivitas ringan akibat kebiasaan tertentu dapat membaik setelah pemicunya dikurangi, tetapi keluhan yang menetap sebaiknya diperiksa oleh dokter gigi.
7. Apakah cukup mengonsumsi vitamin dan mineral untuk mengatasi gigi sensitif?
Tidak. Nutrisi mendukung kesehatan tubuh dan gigi, tetapi tidak menggantikan pemeriksaan serta perawatan jika terdapat masalah seperti gigi berlubang, kerusakan email, retakan, atau gangguan pada gusi.
